Lihat lah lebih dekat…

Posted in 1 on Maret 25, 2011 by Krishna

“Lihat lah lebih dekat, maka kamu akan mengerti…”

Saya yakin banyak orang yang sudah mendengar kalimat bijak di atas. Berdasarkan rangkaian kata-katanya, kalimat ini terkesan enak di dengar dan banyak orang yang meyakini kebenarannya. Tidak heran kalau banyak orang yang memakai filosofi ini dalam menghadapi berbagai masalah di dalam hidupnya.

Tapi bagi saya, sebagus apa pun kalimat di atas, tetap saja masih terasa kurang lengkap. Melihat lebih dekat memiliki makna bahwa seseorang melihat suatu masalah dengan mendalam dan memperhatikan bagian-bagiannya secara lebih detail. Itu mungkin akan terkesan bagus. Tapi coba kita lihat dari sisi yang lain. melihat lebih dekat akan membuat sudut pandang kita menjadi semakin sempit. Artinya, bahwa jika suatu masalah ditinjau dengan sudut pandang yang sempit, maka penyelesaiannya pun akan parsial dan kemungkinan tidak tepat sasaran.

Jika seperti itu, maka saya jadi teringat momen ketika seorang profesor memarahi saya ketika kuliah lapangan dulu. kata-katanya ketika itu begitu sederhana, tapi bisa dijadikan pegangan dalam hidup saya secara umum dan geologi secara khusus…

“Lihat dari jauh terlebih dahulu, lalu dekati lah, maka kamu akan lebih mengerti…”

Melihat dari jauh, artinya memandang suatu permasalahan dengan sudut pandang yang luas. Memang terkesan kurang detail, namun dengan begitu, kita bisa melihat suatu masalah secara global. Dengan begitu, maka kita bisa dengan mudah menemukan titik permasalahan yang sebenarnya dengan lebih akurat. Setelah itu, baru kita lihat lebih dekat untuk mempelajari permasalahannya lebih dalam dan mendetil.

begitu lah ceritanya… Hehehe…

Discuss: Mengapa orang berdo’a dengan perantara Facebook???

Posted in Fenomena on April 12, 2010 by Krishna

Berdo'a

Bagi para Facebooker, pasti kita sangat akrab sekali dengan yang namanya update status. Setiap kali kita membuka halaman pertama pada Facebook, sudah tentu kita akan melihat tulisan-tulisan status yang dituliskan oleh temen-temen kita. Isinya pun macam-macam, ada yang curhat, ada yang marah-marah, ada yang laporan aktivitas sehari-hari, berdakwah hingga yang namanya berdo’a. Nah khusus untuk yang isi status yang terakhir, saya akan membahasnya secara lebih mendalam.

Sudah barang tentu, bagi kita seorang muslim, membaca status yang bernuansa Islami akan membuat hati kita tergetar, apalagi jika dirangkai dengan bahasa yang indah. Tidak salah jika kemudian status tersebut kebanjiran banyak jempol dari temen-temennya. Lalu bagaimana dengan berdo’a melalui perantara status di Facebook? Apakah status seperti itu juga layak diapresiasi sama halnya dengan status-status Islami yang lain? Melalui tulisan ini saya akan mencoba menjawab berbagai macam pertanyaan melalui buah pemikiran yang saya miliki. Namun demikian, tulisan saya ini sangat lemah kebenarannya jika dilihat dari sudut pandang hukum Islam karena tidak didukung oleh dalil-dalil yang jelas. Oleh sebab itu, maka saya membuka ruang diskusi dengan tujuan untuk memperkuat argumen atau malah membantah, tentunya dengan dasar-dasar tertulis yang temen-temen ketahui….

Secara substansi, berdo’a itu adalah wujud permohonan seorang hamba kepada Tuhan. Karena Tuhan itu Maha Mendengar, jadi kita ga perlu memakai perantara apa pun termasuk FB. Kecuali jika seseorang mempunyai tujuan yang lain di luar substansinya. Misalkan minta dido’ain oleh temen-temen lain di FB atau untuk berdakwah. Namun begitu, penyampaiannya pun harus sesuai dan tidak berlebihan karena berpotensi besar untuk riya.

Lebih jauh lagi, saya akan mencoba untuk menjelaskan definisi berdo’a, minta dido’ain dan berdakwah berdasarkan pemahaman yang saya miliki….

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, berdo’a didefinisikan sebagai wujud permohonan seorang hamba kepada Tuhannya. Dengan begitu, sudah barang tentu dialog yang terbentuk pun adalah dialog antara hamba dan Tuhannya. Lebih utama lagi, berdo’a dilakukan dengan suasana yang khusyu’ dan bahasa yang santun sebagai wujud representasi pengagungan hamba kepada Sang Pemiliknya.

Misalkan:

Ya Allah, besok ayahku akan keluar kota untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami bagi istrinya dan ayah bagi anak-anaknya. Mohon perlindungan-Mu agar beliau senantiasa diberi keselamatan dan diberi kemudahan dalam menyelesaikan semua pekerjaannya,, Amien….

Kemudian yang kedua, minta dido’ain didefinisikan sebagai wujud permohonan tolong seseorang kepada teman-temannya agar ikut mendo’akan sesuai dengan apa yang dia harapkan. Tentu saja konteksnya sangat berbeda dengan berdo’a karena dialog yang terbentuk adalah dialog antara satu insan dengan insan yang lain. Bahasa penyampaiannya pun akan jauh berbeda dengan bahasa yang disampaikan ketika kita berdo’a langsung kepada Tuhan.

Misalkan:

Temen-temen, besok ayahku akan keluar kota untuk menunaikan kewajibannya. Minta do’anya ya,,, agar beliau selalu diberi keselamatan dan diberi kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaannya….”

Kemudian yang terakhir, berdakwah didefinisikan sebagai sebuah usaha yang dilakukan untuk menyampaikan sesuatu yang benar. Dalam hal ini konteksnya adalah dalam hal berdo’a. Cara penyampaiannya pun bisa dalam bentuk dalil-dalil atau bisa juga dalam bentuk cerita-cerita penuh hikmah….

Misalkan:

Contoh dari seorang kawan: kita menyampaikan kepada orang lain tentang bagaimana tata cara berdo’a yang baik dan benar berdasarkan aturan-aturan yang berlaku dalam islam dengan maksud agar orang menjadi tahu dan bisa mengambil ibrohnya….

Setelah kita memahami definisi tersebut, tentu lah kita akan merasa bingung dan bertanya-tanya… Kenapa orang berdo’a [yang notabene adalah diskusi antara hamba dengan Tuhannya] harus disampaikan melalui status di Facebook [yang notabene adalah sebuah ruang komunikasi antar insan dengan insan],,, tidak salah jika ada pertanyaan menggelitik yang disampaikan oleh salah satu temen saya… “emang Tuhan punya account di Facebook ya?” ^_^

Jika seseorang berdo’a sesuai dengan substansinya, seharusnya mereka ga perlu mempublikasikan isi do’anya itu kepada khalayak ramai. Ada pun jika ada maksud di balik itu, misalkan minta dido’ain ma yang lain atau berdakwah, tentu lah di sampaikan dengan redaksi yang baik dan benar [tidak seperti berdialog antara hamba dengan Tuhannya... ] ^_^

Demikian seuntai pemikiran dari saya, mudah-mudahan bermanfaat. Mohon maaf jika kata-kata saya terkesan menyerang sebagian orang. Di luar itu, saya hanya berusaha untuk menyampaikan sesuatu yang benar menurut pemikiran saya….

Penyesalan memang tak berarti,,,

Posted in Kata Hati on April 10, 2009 by Krishna

Bulan juni nanti merupakan bulan-bulan yang sangat berarti buatku. Tahu kenapa?? Karena pada bulan itu, ada beberapa kejadian besar yang sedang menantiku,,, apa itu???

1. Usia kuliahku genap berumur lima tahun,,, (hore,,,, selamat ya,,,). He3x,,, sebenarnya ga ada yang dibanggakan dari hal itu,, dengan usia kuliahku yang genap berusia 5 tahun, berarti sisa masa kuliahku tinggal 1 tahun lagi, itu artinya aku harus cepet-cepet ngejar ketinggalan,,,

2. Tepat menginjak ke semester 11, spp ku jadi 2x lipat,, waduh!!! berat juga ya,,,,

3. Adikku udah mulai menginjakkan kakinya di kampus?? Kabar gembira seh,, tapi,,, beban keluargaku jadi bertambah,,, waduh,,, malu-maluin juga ya,,, Seharusnya aku sudah bisa membantu beban keluarga kalo aku bisa lulus lebih cepat,,,

4. Aku sudah mulai TA,,, semoga proposalnya bisa kelar akhir minggu ini,,,

Kalo dipikir-pikir lagi, kasian juga ya orang tuaku. Bulan juni ini mereka harus mengeluarkan beban lebih untuk anak-anaknya. Selain karena biaya kuliahku yang akan membengkak 2x lipat, sementara beasiswaku dari Pemda sudah diberhentikan bulan desember yang lalu. Di lain sisi, adikku sudah mulai kuliah, itu berarti bahwa dia juga bakal membutuhkan banyak uang untuk biaya kuliahnya.

Ternyata aku baru sadar kalo selama ini aku sudah terlalu banyak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Bodohnya diriku ini, kuliah sekian lama tapi tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Bukannya menghasilkan uang untuk tambahan kuliah agar beban orang tuaku menjadi lebih ringan, malah menambah beban yang lebih berat lagi. Huh,,,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.