Perbedaan Antara Prosesor Komputer dan Smartphone

Siapa yang tidak tahu dengan smartphone? Ponsel pintar yang dibenamkan sistem layaknya sebuah komputer itu kini sudah familiar di telinga masyarakat Indonesia dari kalangan bawah, menengah hingga kalangan atas. Penyebaran ponsel pintar ini semakin pesat seiring dengan populernya ponsel bersistem operasi Android yang mulai diperkenalkan sekitar akhir tahun 2007.ClamCase_ClamBook

Ponsel pintar yang dulunya hanya dibekali dengan spesifikasi seadanya, kini menjelma menjadi sebuah ponsel dengan spesifikasi yang luar biasa mewah, bahkan untuk sekelas smartphone kelas bawah sekali pun. Spesifikasi ponsel-ponsel tersebut terlihat semakin mendekati spesifikasi yang dimiliki oleh komputer.

Siapa yang tidak ngiler dengan spesifikasi yang dimiliki oleh LENOVO Vibe Z2 Pro, LG G3, SONY Xperia Z2, atau OPPO Find 7? Smartphone yang saya sebutin barusan ternyata memiliki spesifikasi prosesor yang gahar, prosesor Quad-core dengan kecepatan clock mencapai 2,5 GHz dan RAM di atas 2 GB. Dengan jumlah inti dan kecepatannya, prosesor tersebut kelihatan mempunyai kemampuan yang setara, bahkan bisa melebihi kemampuan prosesor pada laptop/komputer. Benarkah?

Berdasarkan pengetahuan yang saya miliki, ternyata kemampuan prosesor gahar pada smartphone tersebut tidak lebih hebat dari Prosesor komputer Intel ® Core™ i3 dual core yang memiliki clock (GHz) yang jauh di bawahnya. Kenapa bisa begitu?

Jumlah inti dan besaran angka GHz pada prosesor ternyata bukan satu-satunya indikator dalam menentukan kemampuan sebuah prosesor. Berikut ini adalah beberapa faktor yang membedakan kedua jenis prosesor di atas.

  • TDP (Thermal Design Power) akan selalu berbanding lurus dengan performa. Smartphone mempunyai sumber energi yang kecil. Di samping itu, smartphone juga umumnya memiliki komponen yang kecil dan sensitif terhadap panas. Untuk menekan konsumsi energi dan efek panas, maka prosesor akan didesain dengan TDP rendah. Efek sampingnya, performa akan menurun seiring dengan menurunnya nilai TDP.

Memang ada beberapa pabrikan menawarkan prosesor smartphone efisiensi tinggi dengan performa tinggi, namun memiliki TDP yang lebih rendah. Namun, prosesor yang seperti ini biasanya dibekali dengan itur dan teknologi yang lebih canggih, dan tentu saja, harga yang lebih mahal.

  • Performa terbatas. Prosesor pada smartphone biasanya jarang mencapai kecepatan clock tertinggi karea menghindari overheat dan memperpanjang usia baterai. Kondisi prosesor yang panas melebihi angka toleransi berpotensi untuk mempercepat berkurangnya baterai, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen karena ada beberapa komponen yang meleleh karena panas.
  • Skala program. Prosesor pada smartphone didesain dengan ukuran fisik (Fab Size) yang kecil dengan TDP (Thermal Design Power) yang kecil sehingga hanya mampu menjalankan program-program pada smartphone yang memang mempunyai skala program yang kecil. Berbeda dengan program-program yang ada pada komputer yang mempunyai skala yang lebih besar. Maka, besaran GHz pada smartphone dan komputer tidak bisa dibandingkan karena memiliki segmen dan skala kerja yang berbeda.
  • Komponen pendukung lain seperti RAM juga sangat mempengaruhi. Kompatibiliti RAM pada prosesor smartphone paling canggih hanya memiliki set instruksi 32 bit dengan bandwidth 12,5 Gb/s. Sedangkan RAM pada komputer bisa mencapai 36 bit dengan bandwidth hingga 21 Gb/s.

Demikian penjelasan saya mengenai perbedaan Prosesor pada komputer dan smartphone. Mudah-mudahan penjelasan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca.

Sumber: Superuser, techadvisory

Advertisements

2 thoughts on “Perbedaan Antara Prosesor Komputer dan Smartphone

  1. i3 kejauhan bro, core 2 duo lebih realistis. sebenarnya sih gak pantes dibandingkan karena beda arsitektur, kayak bandingin motor vs mobil. sama-sama kendaraan namun beda kapabilitas dan powernya.

    Like

    • Iya, bro. Hanya mencoba menjawab keraguan yang selama ini beredar di benak banyak orang. Soalnya kan spek yang tertulis di label dagangnya kan mirip, bahkan prosesor smartphone lebih kelihatan jauh lebih keren dibanding prosesor laptop ato PC. Padahal kan emang beda kapabilitas dan beda power, seperti yang bro bilang.

      Makanya ane kupas deh dalemannya biar kelihatan bedanya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s