Plus Minus Berbelanja Online

Dengan akses internet yang semakin mudah dan murah, kini internet bukan lagi menjadi barang yang mewah. Siapa pun bisa menikmatinya. Dengan internet, segalanya bisa mudah, hanya dengan sekali klik, semuanya bisa diselesaikan. Dimulai dari pembayaran tagihan listrik, membuat pasport, membeli tiket, booking hotel, hingga berbelanja dengan menggunakan toko online. Semuanya serba instan dan cepat.

Berikut ini saya akan membahas salah satu kemudahan yang diberikan oleh internet, yaitu belanja online. Berbelanja online memang menyenangkan. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa kita akan merasa lebih menyenangkan berbelanja di toko online:

Praktis. Dengan hanya duduk di depan laptop, kita bisa membeli barang yang kita suka tanpa harus pergi ke lokasi toko konvensional.

Kebebasan dalam memilih. Tidak sedikit teman saya yang mengatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman ketika harus diikuti oleh penjaga toko/stand ketika mereka melihat-lihat barang di toko konvensional. Apalagi kalo cuma liat-liat doank. Di toko online, kita bisa bebas memilih barang yang kita suka tanpa harus diikuti dan ditanya macem-macem oleh penjaga toko.

Harga yang bersaing. Kita bisa melihat beberapa situs toko online yang menawarkan harga yang bersaing, bahkan bisa lebih murah dari barang-barang yang dijual di toko konvensional. Di internet, kita bisa secara bebas mencari harga terbaik untuk barang yang kita butuhkan, tanpa harus cape-cape jalan kaki mampir dari satu toko ke toko yang lain.

Proses pencarian mudah. Seringkali kita cape-cape keliling dari satu toko ke toko yang lain, dan ternyata barang yang kita cari tidak ada. Bagi yang hobby belanja pasti pernah mengalami pengalaman yang seperti itu. Dengan belanja online, pengalaman itu tidak akan terjadi lagi. Tinggal ketik nama barang yang kita cari, lalu klik search. Maka akan langsung muncul di layar apakah barang yang kita butuhkan tersedia atau tidak.

Metode pembayaran yang tidak rumit. Cukup dengan mempunyai akun internet banking, kita bisa melakukan transaksi apa pun lewat internet. Tinggal pilih barang yang ingin kita beli, lalu masukan nomer rekening yang kita punya, maka pihak bank akan secara otomatis mendebit sejumlah uang sesuai dengan nominal yang tercantum dalam perjanjian jual beli. Tidak punya akun internet banking? Tidak perlu risau. Kita masih bisa berbelanja online dengan melakukan transfer ke ATM terdekat.

Berbelanja dengan metode online memang mudah dan menyenangkan. Tapi, belanja mudah bukan berarti tidak ada resiko. Berikut ini beberapa point yang harus selalu saya perhatikan dalam berbelanja online:

Banyak penipuan. Berbelanja online, harus pinter-pinter milih toko yang bener-bener bisa dipercaya. Dengan kemudahan internet, resiko penipuan dalam internet juga banyak. Gelagat orang yang berniat berusaha dengan menjalankan bisnis niaga dengan gelagat orang yang berniat menipu pasti beda.

Barang cacat atau tidak sesuai dengan pesanan. Belanja konvensional memang ribet. Tapi dengan belanja di toko konvensional, saya masih bisa memeriksa secara langsung, apakah barang yang akan dibeli memang berkualitas bagus atau abal-abal. Belanja online memang lebih beresiko. Karena sifatnya online, maka saya tidak bisa melihat barangnya secara langsung. Pilihlah toko online yang mempunyai kredibilitas dan pelayanan yang bagus. Sebuah toko yang mempunyai niat bisnis serius dalam jangka yang panjang pasti akan menjaga kepercayaan pelanggannya.

Barang rusak saat proses pengiriman. Banyak orang yang merasa kesal karena barang yang mereka beli rusak saat pengiriman barang. Dua hal yang membuat barang mudah rusak saat pengiriman: proses pengepakan yang kurang rapi dan perusahaan jasa pengiriman yang kurang profesional. Pilihlah toko online yang mempunyai kebiasaan pengepakan yang rapih dan tahan guncangan, serta sudah kerjasama dengan perusahaan jasa pengiriman yang bagus. Berdasarkan pengalaman saya berbelanja online, JNE adalah jasa pengiriman yang mempunyai pelayanan paling memuaskan.

Waktu pengiriman molor. Berdasarkan keluhan yang saya kumpulkan dari beberapa orang yang melakukan transaksi online, kasus ini adalah hal yang paling sering terjadi. Jika sedang buru-buru ingin memakai barang dari toko online, sebaiknya perhatikan baik-baik estimasi waktu pengirimannya. Cek juga mitra jasa pengirimannya. Apakah perusahaan jasa pengirimannya mempunyai reputasi pengiriman atau tidak. Seperti point di atas, perusahaan jasa pengiriman yang masih memuaskan di mata saya adalah JNE. Saya biasanya berfikir dua kali untuk belanja online jika tidak memakai jasa pengiriman JNE.

Seperti itu lah lika-liku dalam berbelanja online. Segala sesuatunya pasti ada plus minusnya. Tinggal dikembalikan ke masing-masing orang untuk memilih mana yang paling baik. Jika kita ingin belanja aman dan memastikan barang yang kita pesan sesuai dengan apa yang kita harapkan, belanja di toko konvensional lah pilihannya. Namun jika kita ingin praktis, tanpa harus repot-repot datang ke tempat jualan, maka toko online lah jawabannya.

7 Tips Agar Terhindar dari Penipuan Bermodus “Sinkronisasi Token”

Penipuan dengan modus internet banking memang sedang marak terjadi. Kejadian yang paling baru adalah nasabah yang mengalami kebobolan hingga 13 juta karena penipuan internet banking bermodus Sinkronisasi Token. (Baca: Waspasa Penipuan Bermodus Sinkronisasi Token).

Asset-Prioritization-Is-Essential-for-Controlling-the-Costs-of-Cybercrime

Hankins, Don. Credit Card Theft. Digital Image. Flickr. Flickr. 16 October 2007. Web. 06 March 2015.

Sumber: Flickr

Kabar terbaru yang saya baca dari Kompas, nasabah yang mengalami Sinkronisai Token pada saat login telah mencapai 1000 nasabah. Angka tersebut didapat berdasarkan laporan yang diterima oleh pihak bank. Beruntung, sebagian besar nasabah belum sempat mengalami pembobolan uang karena pihak bank segera memberikan sosialisasi mengenai adanya modus tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tips agar terhindar dari penipuan internet banking bermodus Sinkronisasi Token:

Jangan klik-klik sembarangan. Jika belum terjangkit virus/malware, usahakan jangan sembarangan klik link-link yang tidak jelas seperi link otomatis pada facebook, situs download yang bereputasi jelek, dsb. Biasanya situs-situs tersebut rentan membawa malware yang berpotensi untuk menulari komputer kita.

Install Antivirus & Antimalware. Usahakan agar memasang antivirus & antimalware dengan update terbaru pada komputer kita. Banyak antivirus yang gratis dan cukup ampuh

Pahami betul bagaimana cara kerja internet banking. Pada proses administrasi seperti aktivasi, pendaftaran kartu kredit, pendaftaran nomor rekening tujuan, dan kepentingan administrasi lain, biasanya aplikasi internet banking hanya meminta kode token apply 1. Aktifvitas transaksi melalui internet banking yang membutuhkan perpindahan uang seperti transfer, pembelian dan pembayaran rekening, biasanya akan menggunakan kombinasi apply 1 & apply 2.

Waspada Kombinasi Apply 1 dan Apply 2. Jika ada pihak tertentu (baik melalui jendela sinkronisasi atau melalui telepon), yang meminta kode apply 2 & apply 1 untuk kepentingan administrasi, maka bisa dipastikan bahwa itu adalah penipuan. Kepentingan administrasi hanya membutuhkan kode apply 1.

Segera Lapor ke Call Center. Jika sudah terlanjur terjangkit malware dan muncul jendela Sinkronisasi, sudah bisa dipastikan bahwa pelaku penipuan sudah memiliki data akun kita (nama akun & password). Jangan lanjutkan memasukan kode token apply 1 & apply 2 dan segera lapor ke Halo BCA. Pihak BCA akan memberikan antivirus yang berfungsi untuk membersihkan gangguan Sinkronisasi Token dari komputer kita.

segera mengganti password agar pelaku penipu tidak bisa lagi mengakses akun internet banking kita.

Jangan memberikan kode token kepada orang lain. Di luar semua itu, untuk menjaga keamanan akun internet banking kita dari penipuan, satu hal yang harus kita perhatikan adalah jangan pernah memberikan kode token apply 1 & apply 2 kepada pihak lain di luar kewajaran yang telah ditentukan oleh pihak bank.

Demikian tips yang saya bagikan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk teman-teman yang menbaca.

Beginilah Cara Kerja Penipuan Bermodus “Sinkronisasi Token”

Penipuan bermodus Sinkronisasi Token baru-baru ini telah terjadi di sekitar kita (Baca: Penipuan Bermodus Sinkronisasi Token). Para pengguna internet banking wajib waspada dengan hal ini. Salah seorang pengguna internet banking berhasil dibobol oleh pelaku dengan kerugian mencapai RP. 13.000.000,-. Modus penipuan ini tergolong canggih karena melibatkan malware dalam menjalankan operasinya. Bagaimanakah cara kerjanya?

Password thief (phishing)

Cybercrime

Berdasarkan informasi yang saya baca, saya mencoba membuat analisa sederhana mengenai cara si pelaku beraksi membobol uang kita (lihat diagram).

Diagram yang menunjukkan alur kerja penipuan bermodus Sinkronisasi Token

Beginilah hasil analisa saya:

  1. Belum lama ini, banyak kejadian di facebook atau media lain yang menampilkan sebuah link otomatis (biasanya berkonten pornografi, link download atau hal-hal yang membuat penasaran), yang apabila diklik, maka link tersebut akan menyebar secara otomatis ke dalam jaringan pertemanan yang kita miliki. Hati-hati dengan link tersebut. Bisa jadi, link tersebut juga membawa malware yang bisa menjangkit di komputer kita. Begitulah titik awal malware menjangkit ke dalam komputer kita. Termasuk malware yang masuk ke dalam halaman login internet banking yang kita buka. (Baca: 7 Tips agar terhindar dari penipuan bermodus Sinkronisasi Token).
  2. Sebuah halaman login internet banking yang telah terjangkit malware pasti tidak akan sama lagi seperti halaman login internet banking seperti biasanya. Entah karena source code yang diubah atau gimana (saya kurang tahu yang beginian), sehingga ketika kita memasukan data akun kita ketika login (nama akun & password), maka data tersebut akan langsung ditransfer ke komputer pemilik malware tersebut. Sedangkan nasabah akan diarahkan ke jendela lain sesuai dengan instruksi malware.
  3. Dengan data akun yang diterima, komputer pelaku secara otomatis masuk ke dalam akun bank nasabah, kemudian secara otomatis melakukan transfer ke rekening yang diinginkan. Pada saat pengiriman transfer, aplikasi mengeluarkan angka unik yang harus digenerasi ke dalam token. Angka unik tersebut kemudian dikirimkan oleh malware ke dalam jendela Sinkronisasi Token pada komputer nasabah.
  4. Kemudian nasabah diminta memasukan kode Apply 2 berdasarkan angka pada jendela sinkronisasi tersebut. Setelah kode Apply 2 dari token dimasukan ke dalam jendela, malware secara otomatis mengirimkan kode tersebut ke dalam komputer pelaku.
  5. Proses transfer pada komputer pelaku akan mulai berjalan setelah pelaku mendapatkan kode apply 2. Setelah Apply 2 dimasukan, aplikasi bank akan meminta konfirmasi pengiriman dengan memasukan Angka Apply 1. Permintaan itu kemudian diteruskan oleh malware ke dalam jendela Sinkronisasi Token pada komputer nasabah.
  6. Kemudian nasabah diminta memasukan kode Apply 1.
  7. Setelah kode Apply 1 dimasukan oleh nasabah, maka malware akan kembali mengirimkan kode angka tersebut ke dalam komputer pelaku. Setelah mendapatkan kode Apply 1, maka proses transfer selesai.

Begitulah analisa kasar yang coba saya jelaskan mengenai cara kerja pelaku dalam mengambil uang kita via internet banking. Kendati begitu, saya menyadari bahwa ada beberapa hal yang harus dibuktikan untuk memastikan bahwa analisa di atas bisa diyakini kebenarannya. Selama itu belum bisa dibuktikan, maka saya mengakui bahwa analisa saya masih memiliki banyak kekurangan.

Apa pun itu, kita sebagai nasabah bank yang sering memakai fasilitas internet banking harus berhati-hati dengan modus penipuan seperti itu.

Waspada Penipuan Internet Banking bermodus “Sinkronisasi Token”

Bagi yang hobby belanja online, atau para penggiat bisnis online, pasti paham betul yang namanya internet banking. Dengan kemudahan akses internet saat ini, mode transaksi perbankan dengan internet ini memang semakin populer di masyarakat Indonesia. Saya adalah salah satu orang yang suka memakai fasilitas perbankan ini.

Internet Banking

Internet Banking

Tapi berhati-hatilah bagi anda yang hobi bertransaksi dengan menggunakan mode ini. Saat ini ada modus penipuan baru di dunia perbankan yang bernama Sinkronisasi Token. Seorang pebisnis online yang sangat akrab dengan transaksi internet banking dengan BCA telah mengalami kebobolan dengan total kehilangan mencapai Rp. 13.000.000,-. Jumlah yang menurut saya, bukan nilai yang kecil.

Cybercrime

Cybercrime

Kejadian ini berawal pada saat korban ingin login ke akun Klikbca yang dia miliki. Tidak seperti biasanya. Setelah korban memasukan nama akun dan password, korban langsung diajak menuju sebuah jendela dengan tulisan Sinkronisasi Token. Jendela tersebut meminta korban untuk memasukan kode Apply 2 ke dalam kolom yang telah di sediakan. Korban yang terbiasa memakai Internet banking merasa aneh dan langsung menutup halaman Klikbca tersebut.

Setelah beberapa waktu melakukan aktifitas lain, akhirnya korban login kembali ke halaman Klikbca tersebut dan kejadiannya tetap sama. Jendela Sikronisasi Token kembali muncul. Tanpa berfikir panjang, akhirnya si korban berfikir bahwa jendela tersebut memang dari BCA. Akhirnya si korban mengikuti instruksi dari jendela tersebut.

Pertama, si korban memasukan angka yang terdapat dalam jendela tersebut ke dalam token, kemudian kode hasil generasi dari token dimasukan kembali ke dalam jendela tersebut. Setelah kode berhasil dimasukan, jendela melakukan loading dalam waktu yang lama.

Setelah itu, jendela sinkronisasi token kembali terbuka, jendela tersebut kemudian memberikan instruksi kepada korban untuk memasukan kode token Apply 1. Setelah kode dimasukan, jendela kembali melakukan loading dalam waktu yang lama. Tapi anehnya, setelahnya, si korban sama sekali tidak bisa mengakses akun Klikbca-nya. Akhirnya korban mematikan laptopnya dan menyalakan kembali.

Setelah dinyalakan, si korban kembali membuka akun Klikbca dan kali ini dia berhasil masuk ke dalam. Namun sial bagi dia, setelah mengecek mutasi dalam rekeningnya, tanpa diketahui oleh korban, jumlah akun di rekeningnya berkurang Rp. 13.000.000,-.

Kejadian ini memang tergolong baru di dunia internet banking. Kemunculan jendela Sinkronisasi Token ini kemungkinan terjadi karena adanya malware yang menyerang komputer nasabah. Telah dikonfirmasi dari pihak berwenang dari BCA bahwa kemunculan Sinkronisasi Token dipastikan bukan berasal dari pihak BCA. Pihak BCA telah mensosialisasikan agar masyarakat waspada dengan penipuan modus baru ini. Nasabah dihimbau agar segera menghubungi Halo BCA dengan nomor 500-888 jika mengalami hal serupa.